Air mata Rasulullah

Diposting oleh aray_alqassam Senin, 10 Agustus 2009


Sudahkah kita mencintai beliau???

Abdullah bin Hisyam seorang sahabat nabi berkisah :
“Suatu ketika kami berjalan bersama Rasulullah SAW, lalu Umar bin Khattab berkata: “Wahai Rasulullah aku mencintaimu lebih dari segala sesuatu kecuali dari diriku”. Rasulullah kemudian bersabda: “Kamu belum berimsn wahai Umar”. Umarpun melanjutkan: ”Kalau begitu aku mencintaimu lebih dari segalanya termasuk diriku”. Rasulullah lalu bersabda: “Sekarang kau beriman”.


Sepenggal kisah ini memberikan gambaran yang jelas kepada kita, betapa mencintai Rasulullah bagian yang tak terlepaskan dari kesempurnaan iman kepada Allah SWT. Sabda Nabi Muhammad SAW diriwayatkan imam Bukhari-Muslim : “Demi Allah tidak beriman diantara kalian sehingga mencintaiku lebih dari orangtuanya, anaknya dan semua manusia”.

AIR MATA RASULULLAH

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar sesorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?”, tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “siapakah itu wahai anakku?”, “tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya”, tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya dengan pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut”, kata Rasulullah. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan mengapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara amat lemah. “Pintu-pintu telah terbuka dan malaikat-malaikat telah menanti ruhmu, semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu”, kata Jibril. Tapi itu tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh dengan kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?”, tanya Jibril. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” Tanya Rasulullah lagi. “Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah ,mendengar Allah berfirman padaku: “Kuharamkan surge bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya”, kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, tiba saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril betapa sakitnya sakaratul maut ini”. Perlahan Rasulullah mengadu, Fatimah terpejam, Ali disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?”, Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal?” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah dahsyat nian maut ini, timpakan saja semuia siksa maut ini padaku, jangan pada umatku”, do’anya.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekat ke telinganya. “Uushiikum bis shalati wa maa malakat aimanuku (Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu)”.
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatii (umatku, umatku, umatku)”. Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.


Kini, mampukah kita mencintai sepertinya???

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi”
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

0 komentar

Poskan Komentar

ayo berikan saran dan kritiknya yang membangun... Ingat untuk PERUBAHAN!!!

Powered by Blogger Widgets